Kamis, 01 Mei 2014

Why we Learn English in Accounting Major ?

Why we Learn English in Accounting Major ?

            English is the international language , a language that can connect two or more people of different  languages ​​that can be united in the English language when communicating , the English language is also the language that must be mastered ( second language ) by a person after the mother tongue , by that because then someone could menguasain enjoined to basic conversation in English .
            Accounting is one of the departments in a college that any of the material accounting is processing, reporting , compiling a financial statement. In the financial statement accounts are accounts that so much and not infrequently we find the account of the account as a student in the English language .
            Relationship with the English language when we are accounting majors account with an existing account in the financial statements of a company that is where sometimes we find an account of the account to use English examples such as cash , debit , credit , capital , supplies , products , cost , goodwill and others . And the words that relate to accounting such as term bonds , serial bonds , available for sale , trading , held to maturity , teasury bonds , bonds outstanding method , organization costs , internally generated , franchises , franchise fee revenue , cash flow and others .
            If we can know the meaning of an account of English speaking account then allows us to do the job, English is also often used as the language in use in the financial statements of banks are published to the public we can master English language then we can know what the contents of those statements . Already a student must be able to master the English language , English is the main stock when we begin to enter into the world of work . When we have entered the world of work in an accountant will find companies that sometimes a foreign company superiors were foreigners and obliges us to communicate in a foreign language .
            We need to know the account that the account contained the English language in a very different financial statements with the meaning contained in the English dictionary that often we use every day , then by that because we have to really know the meaning of such an account because the accounting will be the Britain 's language have different meanings when interpreted in the English dictionary .
            Let us learn to master the English language , does not need to be proficient in the language of Britain at least we can understand what is commonly in use in the everyday world and for students majoring in accounting must also understand the English language that is in the world because of accounting it is our capital base or in following the course the semester accounting course next semester and help us in resolving problems of financial statements using English on account of existing accounts in the financial statements .
          English is the funny language, the language that we often temuakan in western songs and the language that we often hear when talking to strangers then by because it let us learn the English language from the small things first.

          So the conclusion is the relationship of the English language and the accounting department was very influential and important to us because it is mandatory as accounting students learn the English language in depth to make it easier when we meet with accounts on the financial statement accounts that use the English language and supporting accounting books containing English writing .

Minggu, 26 Januari 2014

siapakah saya ?

Dahulu kala ketika kekeringan melanda Indonesia dan tepatnya hari senin saat orang – orang termasuk para satpam disebuah rumah sakit melaksanakan upacara bendera tepatnya ketika sangsaka merah putih dikibarkan, lagu Indonesia berkumandang di langit biru Indonesia lahirlah seorang bayi lelaki tampan, menggemaskan, putih, bersih dan bersinar. Bayi tersebut bernama CATUR AGUS RIYANTO yang tidak lain adalah saya sendiri, setiap orang memanggil saya dengan nama depan saya yaitu Catur. Saya lahir di Bekasi tepatnya pada tanggal 9 Agustus 1993. Saya merupakan anak ke 4 dari 4 bersaudara. Inilah kenampakan diri saya ketika masih sangat belia :

    
catur kecil yang lucu
          Hobi saya adalah mendengarkan musik, punkmelodic merupakan salah satu aliran musik yang saya sukai dan menjadi daftar dalam putaran musik saya. Hobi saya dibidang music tidak hanya sebatas mendengarkan lagu saja, saya memutuskan untuk menjajaki dunia music dengan membentuk sebuah band yang bernama “MISSION FROM UNDERWEAR” dengan aliran musik melodic.

Band saya terbentuk ketika saya duduk dibangku sekolah menengah pertama tepatnya ketika saya kelas 2 SMP. Band ini beranggotakan lima orang, dengan keseluruhan anggotanya merupakan sahabat saya dari kecil.
Ada satu olahraga yang sangat saya gemari yaitu olahraga sepak bola. Sejak menduduki sekolah menengah pertama saya memulai mendalami bidang olahraga sepak bola dengan mengikuti ekstrakulikuler sepak bola dan berhasil lolos dalam tim untuk mengikuti salah satu kejuaran sepak bola.
Saya merupakan pribadi yang menyukai tantangan dan tak pernah takut untuk mencoba hal baru. Saya juga senang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar saya baik lingkungan yang sudah saya kenal maupun lingkungan baru saya. Dalam berteman saya tidak pernah membeda - bedakan, saya senang berbaur dengan siapapun. Memberanikan diri tampil di depan banyak orang membuat saya lebih percaya diri sehingga saya mampu beradaptasi dengan kondisi dilingkungan yang saya hadapi. Dalam kegiatan yang saya hadapi, saya seelalu membuat perencanaan agar kegiatan yang saya jalankan dapat berjalan lancar sesuai dengan harapan saya.
Alam merupakan wisata yang sangat saya sukai, karena dengan melihat alam sekitar kita dapat membuat saya merasa lebih nyaman dan tenang. Wisata alam yang saya sukai yaitu wisata menjelajah daerah pegunungan. Menjelajah pegunungan membuat saya menjadi pribadi yang kuat, tangguh dan tak kenal takut menghadapi rintangan.

Sabtu, 16 November 2013

sumber energi ramah lingkungan



“SUMBER ENERGI RAMAH LINGKUNGAN”

Dengan semakin majunya peradaban manusia akan menuntut semakin banyak aktifitas manusia yang akan dilakukan di muka bumi demi tujuan pemenuhan kebutuhan hidup. Hampir semua aktifitas tersebut menyebabkan penambahan emisi gas rumah kaca. Akibat penggunaan bahan bakar fosil dalam jangka panjang ternyata telah memberikan akibat negatif terhadap kehidupan di dunia. Hasil penelitian dari sekelompok peneliti di bawah naungan Badan Peserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Panel Antar Pemerintah Tentang Perubahan Iklim, menyebutkan “penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam telah menyumbangkan cukup besar pencemaran gas efek rumah kaca yaitu karbondioksida ke atmosfer bumi yang mempunyai pengaruh besar dalam proses pemanasan global.”
Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menghambat pemanasan global yang telah diikrarkan dalam “Protokol Kyoto” tahun 1997 adalah mengurangi emisi gas efek rumah kaca. Bioenergi menjadi salah satu hal yang dapat dikembangkan sebagai sumber energi pengganti yang ramah lingkungan dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak yang mahal dan terbatas.
Bioenergi selain dapat dihasilkan dari tanaman yang memang sengaja dibudidayakan untuk produksi bioenergi juga dapat diusahakan dari pengolahan limbah yang dihasilkan dari aktifitas kehidupan manusia. Sehingga, diharapkan selain dapat mengurangi emisi gas efek rumah kaca juga mengurangi masalah lingkungan dan meningkatkan nilai dari limbah itu sendiri.
Pemanasan global memberikan dampak sangat buruk pada keseimbangan kehidupan manusia antara lain menyebabkan iklim tidak stabil, peningkatan suhu permukaan laut, suhu keseluruhan dunia akan cenderung meningkat, gangguan tersebut berdampak pada kehidupan sosial masyarakat.
Kondisi ini sangat memprihatinkan, ketergantungan terhadap sumber energi tidak dapat dihindarkan, dengan semakin majunya peradaban manusia maka kebutuhan akan sumber energi dalam setiap sektor kehidupan sangatlah besar. Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap bahan bakar minyak sangatlah besar. Semakin melambungnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat tingginya harga BBM di pasar dunia sangat memberatkan masyarakat terutama bagi masyarakat yang berada di daerah pedalaman yang merupakan kantong-kantong masyarakat miskin karena harga BBM di lokasi ini bisa naik 2 – 8 kali lipat lebih tinggi dari harga di perkotaan. Belum lagi masalah BBM selesai, masalah listrik mencuat pula. Pemadaman listrik bergiliran menjadi konsumsi masyarakat di beberapa daerah. Perusahaan Listrik Negara (PLN) dihadapkan kepada masalah kesulitan membeli batu bara sebagai bahan bakar penggerak pembangkit listrik yang dimiliki oleh PLN. Kelangkaan batu bara untuk usaha listrik ini terjadi karena produksi batu bara Indonesia yang melimbah sebagian besar justru diekspor ke luar negeri.
Sudah saatnya Indonesia mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak dengan mengembangkan sumber energi pengganti yang ramah lingkungan dan terbarukan. Salah satu jenis bahan bakar pengganti yang dimaksud adalah bioenergi. Bioenergi selain bisa diperbaharui bersifat ramah lingkungan, dapat terurai, mampu mengurangi efek rumah kaca dan terus-menerus bahan baku cukup terjamin. Bahan baku bioenergi dapat diperoleh dengan cara sederhana yaitu melalui budidaya tanaman penghasil biofuel dan memanfaatkan limbah yang ada di sekitar kehidupan manusia.
Indonesia memiliki banyak sumber daya alam hayati yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bioenergi. Pengembangan bioenergi sebagai sumber energi pengganti sangat cocok digunakan karena didukung dengan oleh ketersediaan lahan yang mencukupi untuk membudidayakan tanaman dan ternak penghasil biofuel. Indonesia memiliki sumber daya lahan yang sangat luas untuk pengembangan berbagai komoditas pertanian. Kondisi ini memungkinkan untuk pengusahaan berbagai jenis tanaman,termasuk komoditas penghasil bioenergi. Dan beberapa bahan baku bioenergi adalah kelapa sawit, sagu, kelapa, ubi kayu, jarak pagar, tebu, jagung dan limbah peternakan.
Biogas sebagai salah satu sumber energi yang dapat diperbaharui dapat menjawab kebutuhan akan energi sekaligus menyediakan kebutuhan hara tanah dari pupuk cair dan padat yang merupakan hasil sampingannya serta mengurangi efek rumah kaca. Pemanfaatan biogas sebagai sumber energi pengganti dapat mengurangi penggunaan kayu bakar. Dengan demikian dapat mengurangi usaha penebangan hutan, sehingga kehidupan hutan terjaga. Biogas menghasilkan api biru yang bersih dan tidak menghasilkan asap.
Energi biogas sangat potensial untuk dikembangkan kerena produksi biogas peternakan ditunjang oleh kondisi yang memungkinkan dari perkembangkan dunia peternakan sapi di Indonesia saat ini. Disamping itu, kenaikan tarif listrik, kenaikan harga LPG, premium, minyak tanah, minyak solar, minyak diesel dan minyak bakar telah mendorong pengembangan sumber energi elternatif yang murah, berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Selasa, 08 Oktober 2013

SILOGISME & ENTIMEM


SILOGISME & ENTIMEM

·         Silogisme
Silogisme termasuk dalam penalaran deduktif. Deduktif merupakan salah satu teknik untuk mengambil simpulan dalam sebuah karangan. Sebenarnya jenis silogisme banyak, tetapi yang dibahas di sini hanya satu jenis, yaitu silogisme golongan ada yang mengistilahkan silogisme kategorial.
Dalam silogisme terdapat dua premis dan satu simpulan. Premis merupakan pernyataan yang dijadikan dasar untuk menarik simpulan. Kedua premis itu adalah premis umum (premis mayor) dan premis khusus (premis minor).

Premis umum (PU)      berisi pernyataan yang menyatakan semua anggota kelompok atau kumpulan sesuatu yang memiliki sifat atau ciri tertentu.
Premis Khusus (PK)    : menyatakan seseorang atau sesuatu anggota kelompok atau kumpulan  sesuatu itu
Simpulan (P)               menyatakan seseorang atau sesuatu anggota kelompok sesuatu itu memiliki sifat atau ciri tertentu.

            Jika ketentuan-ketentuan di atas dibuat rumus akan menjadi:
PU       : Semua A = B
PK       : Semua C = A
S          : Semua C = B

Contoh I:
PU       : Semua profesor pandai.
PK       : Pak Adit adalah profesor.
S          : Pak Adit pasti orang pandai.
Keterangan:
Semua  A         : kelompok atau kumpulan sesuatu  = semua profesor
            B         : kelompok sesuatu itu memiliki sifat atau ciri tertentu = pandai
            C         : seseorang atau sesuatu anggota kelompok itu = Pak Adit

Contoh II:
PU       : Binatang menyusui melahirkan anak dan tidak bertelur.
PK       : Kerbau binatang menyusui.
S          : Kerbau melahirkan anak dan tidak bertelur.
Catatan: Kata “semua” dapat tidak disebutkan atau dapat juga diganti dengan kata “setiap” atau “tiap-tiap”

Contoh III:
PU       : Setiap orang asing harus memiliki izin kerja, jika ingin bekerja di Indonesia.
PK       : Peter White itu orang asing.
S          : Jadi, Peter White harus memiliki izin kerja jika ingin bekerja di Indonesia.

Silogisme Negatif
Jika salah satu premis dalam silogisme bersifat simpulannya pun akan bersifat negatif pula. Biasanya pernyataan negatif digunakan kata “tidak”, “tak”
Contoh I:
PU       : Semua penderita penyakit gula tidak boleh banyak makan makanan berepung
PK       : Pak Badu penderita penyakit gula
S          : Jadi, Pak Badu tidak boleh banyak makan makanan bertepung

·         Entimem
Entimem adalah silogisme yang diperpendek. Entimen tidak peerlu menyebutkan premis umum, tetapi langsung mengetengahkan simpulan dengan premis khusus yang menjadi penyebabnya.
                                    Rumus entimem : C = B, Karena C = A
Contoh :
Silogisme :
PU       : Pegawai yang baik tidak mau menerima suap.
PK       : Ali pegawai yang baik.
S          : Ali tidak mau menerima suap.
Entimem
Ali tidak mau menerima suap, karena ia pegawai yang baik.
Penjelasan:
C         = Ali
B         = tidak mau menerima suap
A         = pegawai yang baik
C = B, karena C = A

            Contoh di atas silogisme yang dijadikan entimen. Jika entimen dapat dikembalikan menjadi silogisme
ð  Entimem :
Badu harus bekerja keras, karena ia orang yang ingin sukses.
C         : Badu
B         : harus bekerja keras
A         : orang yang ingin sukses
           
ð  Silogisme :
PU       : Semua orang yang ingin sukses harus bekerja keras.                       
PK       : Badu orang yang ingin sukses.
S          : Maka, Badu harus bekerja keras.